Featured Post Today
print this page
Latest Post

PEMBINAAN DAN PENGUATAN KELOMPOK

PEMBINAAN KELOMPOK PEMBUDIDYA adalah setiap usaha untuk mengembangkan kemampuan kelompok sesuai dengan peranannya yaitu sebagai kelas belajar-mengajar, sebagai unit produkasi usaha tani nelayan, dan wahana kerja sama.

TUJUAN PEMBINAAN kelompok pembudidaya adalah meningkatkan kemampuan anggota kelompok, baik pengetahuannhya, keteampilannya, maupun sikapnya sehingga menjadi pembudidya yang tangguh. Petani nelayan tangguh memiliki keterampilan dalam menerapkan inovasi, mampu memperoleh tingkat pendaptan yang layak guna meningkatkan kualitas hidup sejajar dengan profesi lain, mampu menghadapi risiko usaha, mampu memanfaatkan asas skala ekonomi, dan memiki kekuatan mandiri dalam menghadapi pihak-pihak lain dalam dunia usaha.

PERAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA merupakan upaya meningkatkan keamampuan para pebudidaya anggota kelompok agar mereka dapat lebih berperan sebagaimana yang diharapkan, yaitu menjadi subyek pembangunan perikanan dengan peran sebagi berikut: 
Mampu mengemukakan pendapat, 
Mampu mengambil keputusan sendiri, 
Mampu membiayai usaha budidaya dengan kemampuan sendiri, 
Bereperan dalam menentukan kegiatan kemasyarakatan di lingkungannya. 

EMPAT ASPEK YANG HARUS DIBINA dalam rangka, pembinaan kelpompok pembudidaya , yaitu;
1. Pembinaan fungsi kelompok pelaku utama: a) pembinaan kelompok pembudidaya sebagai kelas belajar-mengajar, b) pembinaan kelompok pembudidaya sebagai unit produksi c) pembinaan kelompok pembudidaya sebagai wahana kerja sama.
2. Pembinaan usahatani-nelayan: kemampuan yang dimiliki dibina untuk mampu memanfaatkan berbagai kesempatan berusaha, serta peningkatan usaha ke arah komersial. Untuk itu kelompok pembudidya harus mendapat bimbingan dan bantuan yang mampu menumbuhkan keswadayaan dan kemandirian.
3. Pembinaan kepemimpinan tani-nelayan: kelompok pembudidaya perlu memiliki kemampuan memimpin kelompoknya dan memperjuangkan kepentingan anggotanya di dalam maupun di luar lingkungannya, termasuk dengan pemerintah, para pengusaha, dan organisasi lainnya. 
4. Pembinaan kelembagaan musyawarah pelaku utama: Kelompok KTNA diarahkan untuk mamapu berperan meningkatkan dan mengembangkan kemampuan para anggotanya dalam melaksanakan kegiatan Kelompok.
0 komentar

Teknik Pemijahan Buatan Ikan Lele

Pemijahan secara buatan adalah pemijahan yang dilakukan dengan bantuan atau penanganan manusia melalui pemberian kelenjar hormon hypophisa pada resivien (penerima) yang berguna untuk melancarkan proses kematangan gonad, sehingga mempercepat jalannya proses pemijahan lele tersebut.


MENYIAPKAN DONOR
Donor adalah ikan yang dikorbankan untuk diambil kelenjar hypophisanya untuk diberikan kepada resivien. Ikan yang di donorkan dapat diberikan dari ikan sejenis atau dari ikan lain seperti ikan mas tanpa mempertimbangkan jantan dan betina.
v Cara menyiapkan kelenjar hypophisa dari lele.
- Timbang lele donor seberat induk yang akan disuntik.
- Potong pada bagian atas kepalanya.
- Dari arah buka-an mulut, kepala lele dibelah, bagian atas kepala diambil.
- Ambil kelenjar dengan menggunakan pinset, lalu digerus dengan menggunakan alat penggerus sambil ditambah pelarut akuabidesh 1-2 cc. 
v Cara menyiapkan kelenjar hypophisa dari ikan mas
Langkah kerja menyiapkan kelenjar hypophisa dari ikan mas tidak begitu sulit, caranya sama dengan cara menyiapkan kelenjar hypophisa dari donor lele meliputi : Pemotongan kepala donor (Ikan mas), Pembelahan kepala donor (Ikan mas), Pengambilan kelenjar hypophisa, Penggerusan kelenjar, Pengambilan Ekstrak keelenjar hypophisa untuk di suntikkan

CARA PENYUNTIKAN DAN PELEPASAN INDUK
- Induk disuntik pada siang atau sore hari
- Kelenjar hypophisa yang telah disiapkan, setengah disuntikkan pada induk jantan dan setengahnya lagi pada induk betina
- Penyuntikkan dilakukan pada bagian punggung dengan kemiringan 45 derajat ± sedalam 1,5 cm
- Induk yang telah disuntik, dilepaskan kedalam bak pemijahan sambil ditutup
- Induk akan memijah setelah 8 - 12 jam setalah penyuntikan

PENETASAN TELUR DAN PERAWATAN LARVA
- Telur ditetaskan pada bak tembok atau pada bak yang terbuat dari plastik - terpal
- Telur akan menetas setelah 20 - 24 jam dari pemijahan
- Tiga hari setelah menetas, larva diberi pakan berupa cacing sutera atau Dhapnia sp
- Selama pemeliharaan usahakan air tetap bersih dan jernih
- Lama pemeliharaan ± selama 2 minggu.
0 komentar

Dinamika Kelompok

Dinamika Kelompok adalah suatu keadaan dimana suatu kelompok dapat menguraikan, mengenali kekuatan-kekuatan yang terdapat dalam situasi kelompok yang dapat membuka perilaku dan anggota-anggotanya.


TUJUAN DINAMIKA KELOMPOK
• Meningkatkan proses interkasi antara anggota kelompok sehingga menyebabkan terjalinnya hubungan psikologis yang nyata diantara anggota kelompok, seperti rasa solidaritas, rasa memiliki kelompok, rasa saling tergantung antara anggota kelompok, dsb.
• Meningkatkan produktivitas kelompok melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan (PSK) anggota kelompok.
• Mengembangkan kelompok kearah yang lebih baik, maju, dan kompak.
• Meningkatkan kesejahteraan hidup anggota kelompok. 

UNSUR_UNSUR DINAMIKA KELOMPOK
1. Tujuan kelompok, adalah gambaran yang diharapkan anggota akan dicapai oleh kelompok. Hubungan antara tujuan kelompok dengan tujuan anggota kelompok mempunyai lima kemungkinan bentuk yaitu 1) Sepenuhnya bertentangan, 2) Sebagian bertentangan, 3) Netral, 4) Searah, 5) Identik.
2. Struktur kelompok, merupakan bentuk hubungan antar individu-individu dalam kelompok yang disesuaikan dengan posisi dan peranan masing-masing individu. Beberapa hal berhubungan dengan struktur kelompok adalah : a) struktur kekuasaan atau pengambilan kekuasaan, b) Struktur tugas atau, c) Pembagian pekerjaan, d) Struktur komunikasi, e) Sarana yang tersedia untuk terjadinya interaksi
3. Fungsi-fungsi, fungsi berkaitan dengan semua kegiatan yang harus dilakukan kelompok dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Kriteria yang digunakan untuk mengukur fungsi tugas adalah a) Fungsi memberi informasi, b) Fungsi koordinasi, c) Fungsi memuaskan anggota, d) Fungsi berinisiatif, e) Fungsi untuk mengajak berpartisipasi, f) Fungsi menjelaskan kepada yang lain.
4. Mengembangkan dan membina kelompok, Hal ini dimaksudkan sebagai usaha untuk mempertahankan kehidupan kelompok. Usaha mempertahankan kelompok dapat dilihat dari beberapa ciri: a) Partisipasi semua anggota kelompok, b) Adanya fasilitas, c) Menumbuhkan kegiatan, d) Menciptakan norma, e) Adanya kesempatan mendapatkan anggota baru, f) Proses sosialisasi.
5. Kekompakan kelompok, Menunjukkan tingkat rasa untuk tetap tinggal dalam kelompok. Dapat meningkatkan potensi kelompok dan rasa memiliki kelompok pada diri anggota kelompok. Faktor yang mempengaruhi kekompakan kelompok: a) Kepemimpinan kelompok, b) Keanggotaan kelompok, c) Nilai tujuan kelompok, d) Homogenitas anggota kelompok, e) Keterpaduan kegiatan kelompok, f) Jumlah anggota kelompok.
6. Suasana kelompok, Adalah suasana fisik dan emosional, seperti keramahan, saling mencurigai, yang memungkinkan anggota saling mengisi dan merasakan kesatuan tidak terpisahkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi suasana kelompok: a) Hubungan antara anggota kelompok, b) Kebebasan berpartisipasi, c) Lingkungan fisik 
7. Tekanan pada kelompok, Adalah tekanan-tekanan dalam kelompok yang menimbulkan ketegangan pada kelompok tersebut untuk menimbulkan dorongan ataupun motivasi dalam mencapai tujuan kelompok. Fungsi tekanan pada kelompok (group presure): a) Membantu mencapai tujuan kelompok, b) Membantu anggota kelompok memperkuat pendapatnya , c) Mempertahankan dirinya sebagai kelompok , d) Memantapkan hubungan dengan lingkungan sosialnya
8. Efektivitas kelompok, Adalah keberhasilan untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan cepat dan berhasil dengan baik serta memuaskan bagi setiap anggota kelompok dalam rangka mencapai tujuan berikutnya.
0 komentar

PEMBESARAN IKAN BAWAL

Pada subsistem pembesaran, pelaku bertugas membesarkan benih dari hasil pendederan ukuran 4 inci (25 g) sampai menjadi ikan konsumsi. Kegiatan ini biasanya dilakukan selama 3 bulan. Di samping itu, subsistem ini bertugas pula dalam mencari pasar dalam dan luar negeri

Pembesaran merupakan kegiatan pemeliharaan benih dari hasil pendederan (ukuran 4 inci atau 25 g) sampai mencapai konsumsi atau sampai calon induk. Masa pembesaran biasanya lebih lama dibanding pendederan, yaitu berkisar 4 - 5 bulan atau tergantung dari kebutuhan pasar. Setelah masa tersebut, ikan bawal biasanya sudah mencapai ukuran konsumsi, yaitu 400 - 500 g/ekor. Sama seperti pendederan, pembesaran bawal pun dimulai dengan persiapan kolam. Persiapannya melipuri pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan canah dasar, pembuatan kemalir, pengapuran, pemupukan, dan pengairan

Apabila kolam sudah siap, benih pun ditebar pada pagi hari. Padat tebarannya antara 25 - 50 ekor/m . Setiap hari, ikan diberi pakan tambahan berupa pelet sebanyak 3 % per hari atau pakan diberikan secara adlibitum atau diberikan bila ikan terlihat lapar. Biasanya, ikan yang lapar akan menghampiri orang yang datang. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore hari.

Selain pemberian pakan tambahan, pengontrolan terhadap kolam, pengairan, maupun ikannya harus juga dilakukan. Setelah mencapai ukuran konsumsi, ikan segera dipanen. Cara panen dan penanganan Ikan lebih lanjut sama dengan benih hasil pendederan.

Pemberian Pakan, Setelah 2 - 3 hari ditebar atau bila pakan alami sudah mulai berkurang, benih diberi pakan tambahan berupa tepung pelet atau pelet butiran. Tepung pellet dapat langsung ditebar ke kolam, sedangkan pellet butiran harus dihancurkan dulu sebelum ditebar. Pemberian pakan tambahan ini sebaiknya dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore hari. Tujuannya agar pakan yang diberikan dapat dimanfaatkan semua, ridak ada yang terbuang. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3 % per hari dari berat benih. Benih yang berukuran ¼ - ½ inci rata-rata mempunyai berat 0,5 g/ekor. Bila yang ditebar sebanyak 50.000 ekor maka berat total benih yang ditebar adalah 25 kg. Jadi, jumlah pakan yang diberikan 3/100 X 25 kg = 750 g. Pada minggu kedua, jumlah pakan ditingkatkan menjadi 1 kg/hari. Pada minggu ketiga, diringkatkan menjadi 1,5 kg/hari dan minggu keempat ditingkatkan lagi menjadi 2,25 kg/hari

Pengontrolan, Setiap hari sebaiknya dilakukan pengontrolan terhadap kolam, pengairan, dan kondisi ikan. Bila ada bocoran pada pematang segera diperbaiki agar ketinggian air dan kesuburan kolam dapat dipertahankan. Air yang masuk ke kolam harus kontinyu dengan debit air sekitar 0,25 - 0,50 1/dtk. Air ini uncuk mengganti air yang hilang akibat penguapan. Kondisi ikan juga harus selalu dikontrol agar bila ada yang sakit dapat segera ditangani, baik dengan pencegahan maupun pengobatan.
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2015. PENYULUH PERIKANAN STP JURUSAN PENYULUHAN PERIKANAN BOGOR
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger